Mr Bas

29 Juni 2009

Energi Negatif Vs. Energi Positip

Filed under: Pribadi Sukses — ......Mr Bas @ 3:17 AM
Tags:

energiSemua pribadi di dunia- tidak peduli yang sudah lahir ribuan tahun ataupun baru lahir , dari bangsa timur atau barat, kaya atau miskin – semuanya punya energi positip dan energi negatip.Semua punya energi yang membangun dan menghancurkan. Kedua energi ini akan selalu ada dalam setiap individu dalam takaran dan dinamika yang berubah ubah.

Pribadi yang besar tentulah individu yang mempunyai energi positip melebihi energi negatipnya. Energi negatif adalah energi yang memancarkan aura negatif dan gelap ; kebencian negatifisme, rasialisme, pemaksaan kehendak, iri hati, dengki, arogansi, sikap tidak peduli, fatalis, malas, paranoia, feodalisme, eksklusivisme, ekstremesme, fitnah, apatis, pesimis, dan sebagainya.

Sebaliknya energi positif adalah energi yang memancarkan aura sehat dan terang; positivisme, optimis, idealis, menghargai pendapat orang, altruisme, gotong royong, santun, moderat, inklusiv, pluralisme, filantropi, egaliter, sportif, toleran, harmoni dsb.

Daya energi diatas ada yang berasal dari dalam diri maupun timbul dari lingkungan sosial tempat si individu berada. Energi dari dalam diri bisa dimaksimalkan oleh tiap individu dengan mereduksi sebanyak mungkin energi negatif dan menambah energi positif sebanyak mungkin. sedangkan energi dari luar individu bisa dimaksimalkan dengan sebisa mungkin mengambil jarak dari lingkungan negatif dan mendekati lingkungan berenergi positif. Dalam hal ini setiap individu harus berani dan siap untuk berfikir dan bertindak berbeda dari lingkungan negatifnya.

4 Komentar »

  1. Mr.Bas Yth
    sebenarnya saya memahami bahwa sifat2 negatif pemaksaan kehendak, iri hati, dengki, arogansi, sikap tidak peduli, fatalis, malas, paranoia, feodalisme, eksklusivisme, ekstremesme, fitnah, apatis, pesimis, dan sebagainya seperti yang anda sebutkan diatas memang tidak baik untuk dilakukan tetapi bagaimana caranya menghindari atau menghilangkan sama sekali sifat negatif tsb jika ada orang lain yang memulai berbuat seperti itu kepada kita kalau hal ini dilakukan sekali atau dua kali mungkin masih bisa kita dihindari untuk membalasnya tetapi kalau hal tsb dilakukan ber ulang2 tanpa ada perasaan bersalah dari org tsb tentu saja akan mendorong kita untuk melakukan hal yang serupa.

    Jadi mohon saran2nya bagaimana caranya supaya tidak membalas perbuatan jahat seseorang kepada kita meskipun hal itu dilakukan oleh orang tersebut kepada kita berulang-ulang tanpa ada perasaan bersalah dari org tersebut.

    terima kasih atas perhatiannya .

    salam hormat
    wahyu mk

    Komentar oleh wahyu manggar — 4 Mei 2010 @ 3:23 AM | Balas

    • pertama saya katakan memang tidak mudah untuk tidak melakukan hal tersebut, apalagi ketika ada perlakuan kepada kita tindak ‘kejahatan’ tersebut berulang ulang, cuma menurut saya, mulailah untuk meyakini, sekali lagi…. meyakini …akan hal hal yang positif yang akan terjadi kepada kita , bahwa kalau kita mencoba untuk bersih hati, ihklas terhadap semua yang telah terjadi dan menerimanya dengan cara merekayasa (membuat alasan) supaya hati kita senang hati terhadap sesuatu yang sesungguhnya menyakitkan, kita akan mendapatkan ‘keajaiban’ yang indah setelahnya. ‘sakit itu terjadi karena pikiran kita memerintahkan untuk menolak kenyataan, sehingga hati menjadi perih. coba kita berusaha bahwa ketika keinginan kita tidak sesuai dengan kenyataan, kita mencoba menikmatinya,…..sulit?…sulit… kalau kita meyakini sulit…dan bisa…kalo kita meyakini ..bisa….(ini menurut saya, saya pilih yakin…bisa…).

      Komentar oleh ......Mr Bas — 5 Mei 2010 @ 1:42 AM | Balas

      • Teramat banyak keajaiban hasil buah pikiran positif dan bersih hati yang saya alami sesungguhnya, tetapi yang terlalu menyakitkan datang dari orang lain, memang tidak banyak saya ingat, karena saya selalu berusaha untuk menerima segala sesuatunya selalu positif dan ada ‘hikmah’. apalagi kepahitan kepahitan (perlakukan jahat org terhadap saya) yang saya alami, sering datang dulu, saat saya secara ekonomi memang amat lemah, dan saya selalu menerima, inilah resiko orang melarat, makanya kedepan saya harus mapan secara ekonomi, dan alhamdulillah banyak perbaikan ekonomi yang saya alami. namun keadaan pahit/sulit yang sangat membekas di ingatan saya ada 2. baiklah aku cerita yng terakhir saja: kira kira 4 th yang lalu ketika itu saya dihimpit hutang, memang tak terlalu besar sekitar 30 jt an, …dan baru saja membuka usaha digital printing kecil kecilan (sekitar 2 bl), toko saya telah aku dapati di pagi hari sudah dalam keadaan kosong alias di bobol maling, bersih tinggal 10 % tersisa. ….tentu saja …perihhhh….menyakitkan….sedihhh..apalagi saya yakin si maling …kerjasama dengan orang terdekat……ya gitu deh…hanya bisa tertunduk … pilu. untung saja saya sebelumnya telah punya pengalaman sebelumnya , bahwa ketika kita dapati diri saya tak berdaya….mencapai titik nadir….pada saat itulah sesungguhnya titik balik seperti sebuah grafik yang akan menukik keatas….saat itulah pertolonganNya hadir menyingkap malam menjadi pagi cerah….dan betul, semenjak kejadian itu saya mulai lagi dari mencari pinjaman lagi untuk membangun usaha, 1 tahun berikutnya omset saya menjadi mungkin sekitar 10 kali lipat dan dari 1 karyawan kini punya 4 karyawan.
        sebagai seorang fisikawan (..jelek jelek gini, alumni Fisika ITS juga), sya masih ingat Einstein berkata; “tuhan tidak sedang main dadu dalam mencipta dunia” , artinya keajaiban yang akan kita dapati bukanlah serba keberuntungan, melainkan sadar atau tidak, merupakan undangan kita sendiri yang disebut “law of attraction”, hukum tarik menarik. jika energi kita positif (positif feel & positif think) maka kita akan menarik ‘keberuntungan’ dan sebaiknya jika energi kita negatif ( negati think, keluh kesah, benci, iri dll), maka sesungguhnya lah kita mengundang kesialan, bukan kebetulan….yaaa gitu deh menurut saya.

        Komentar oleh ......Mr Bas — 6 Mei 2010 @ 9:28 AM

  2. Mr.Bas Yth
    Terima kasih atas jawaban anda,saya merasa jawaban anda sungguh bisa membangkitkan semangat saya untuk memulai membersihkan hati dan pikiran saya kembali. Mr.Bas berkenaan dengan materi yang saya komen diatas penahkah anda memiliki pengalaman pribadi bahwa setelah anda mendapat perlakuan yang sangat menyakitkan dari orang lain tetapi anda tidak membalas dengan perlakuan serupa kemudian anda mendapat keajaiban yang indah kalau pernah saya mohon dengan hormat anda berkenan menceritakan pengalaman tsb kepada saya supaya makin menguatkan motifasi saya untuk berpikir positip. Terima kasih sebelumnya dan mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.

    salam hormat
    wahyu

    Komentar oleh wahyu mk — 5 Mei 2010 @ 11:28 AM | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: