Mr Bas

6 Mei 2009

Antasari Azhar, Pembunuh ataukah korban Jebakan politik?

Filed under: Kisah — ......Mr Bas @ 1:40 AM
Tags:

kpk-harus-mati Pertanyaan tersebut layak dimunculkan, mengingat pro kontra atas awal berdirinya lembaga KPK , dimana banyak pejabat negara merasa hidupnya terganggu, gerah dengan sepak terjang KPK selama ini. Hal ini misalnya pada April 2008 harian Batam pos, Menulis : “Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (Pena 98) meminta lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibubarkan, karena sudah mengacaukan tatanan ketatanegaraan”. “Menurut Sekjen Pena 98, Adian Napitupu SH, kebaradaan KPK dalam membarantas korupsi tebang pilih. Seharusnya KPK bisa menuntaskan kasus-kasus korupsi yang berskala besar seperti kasus korupsi BLBI, kasus korupsi Soeharto, dan kasus-kasus korupsi konglomerat hitam”. ”Sekarang terjadi kerancuan penegakan hukum. Seharusnya lembaga secara konstitusional yaitu Kehakiman, Kepolisian dan Kejaksaan yang harus dibenahi untuk menuntaskan masalah korupsi. Tetapi pemerintah membentuk lembaga yang bersifat sementara yakni KPK dengan masa kerja sementara untuk pemberantasan korupsi,’’ jelas Adian di Batam Centre, kemarin. Diindikasikan kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK saat ini hanya berdasarkan pesanan politik. Sehingga yang terjerat kasus korupsi seperti kader-kader PDIP, kader PPP dan sekarang ini kader Partai Golkar. Dilain pihak, profil Antasari juga bukanlah pribadi bersih tanpa noda, setidaknya seperti yang ditulis oleh Deny Indrayana PhD, Jogja, sbb:

Pembajakan politisi atas upaya pemberantasan korupsi nyata-tegas terlihat dari terpilihnya Antasari Azhar sebagai ketua KPK. Dari banyak catatan buram sang ketua KPK, yang paling akhir ialah kegagalannya menyuap wartawan. Amplop berisi dolar yang disorongkan sang ketua KPK dengan tegas ditolak para wartawan.
Ironisnya, profil pimpinan demikianlah yang akhirnya dipilih Komisi III DPR sebagai ketua KPK, lembaga yang paling bertanggung jawab dalam upaya pemberantasan korupsi.
Di lihat secara prosedural, pemilihan Antasari Azhar tentu sangat demokratis. Setiap anggota Komisi III DPR melakukan prosesi pemilihan yang lancar di bawah sorotan kamera publik.

Sebagai orang yang tidak terlibat langsung di pemerintahan kita hanya bisa wait and see, apakah negara ini menuju tatanan yang lebih baik dengan mengedapankan keadilan yang sejati ataukah terus menerus berkutat dengan permasalahan politik yang suka mengebiri hukum. Tampaknya, melihat pemilu caleg Mei lalu, ada indikasi kurang menggembirakan, dimana ternyata suara rakyat masih banyak yang diobral, sehingga caleg caleg jadi bukanlah yang mengdepankan kepentingan bangsa dan negara. ..bagaimana pendapat anda..?

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: