Mr Bas

18 April 2009

Jurus Manajemen Usaha Kecil Menengah

Filed under: Menjalankan Usaha — ......Mr Bas @ 3:18 AM

bola-dunia

Pada saat kita membaca halaman bisnis di surat kabar atau membalik-

balik majalah bisnis, kita selalu menemukan berita tentang perusahaan-perusahaan besar yang mendominasi halaman-halaman tersebut.

Hal ini menimbulkan kesan, perusahaan-perusahaan besarlah yang m

emegang peranan besar dalam penciptaan nilai ekonomi dan lapangan kerja. Namun bila kita tilik ekonomi negara-negara yang sudah maju dan mapan, justru bisnis skala menengah ke bawah yang memberi sumbangan terbesar secara ekonomis dan penciptaan lapangan kerja. Negara-negara yang memiliki perusahaan kecil menengah yang kuat seperti Amerika Serikat dan Taiwan relatif lebih kuat dalam menghadapi badai krisis ekonomi.

Karena itu, kita perlu membantu kelahiran UKM-UKM seperti itu.

Memang saat ini semakin banyak orang yang tertarik untuk memulai usaha sendiri. Usaha-usaha seperti warung makanan, cafe-cafe tenda, wartel, warnet, dan toko-toko lain bermunculan silih berganti. Namun begitu, kita bisa melihat para pebisnis UKM tersebut hanya sekedar berspekulasi. Begitu melihat adanya usaha yang sukses, mereka berebut masuk ke bidang yang sama tanpa berpikir panjang. Padahal tanpa adanya strategi dan differentiation yang jelas, keberlangsungan hidup usaha tersebut patut dipertanyakan.

Untuk mengatasi hal tersebut, mereka perlu diberi bimbingan.


Setidaknya terdapat tiga bidang yang perlu mereka kuasai. Pertama, manajemen keuangan dalam bentuk manajemen resiko dan cash flow. Kedua, penyusunan strategi perusahaan, terutama strategi differentiation dan pemasaran. Sedangkan yang ketiga adalah inovasi.

Manajemen resiko dan cash flow layak mendapatkan prioritas tertinggi karena persentase kematian usaha baru sangat tinggi, apalagi bila usaha tersebut dimulai dengan modal terbatas. Telah banyak bukti yang menunjukkan kegagalan sebuah usaha baru banyak terjadi karena kehabisan uang sebelum usaha tersebut cukup dikenal luas. Untuk mengatasi hal tersebut, para pengusaha baru perlu menjaga fleksibilitas. Lakukanlah analisis awal secara mendalam. Lakukan riset pasar, walau hanya secara kasar. Kenali pasar yang hendak Anda layani, terutama selera konsumen, kondisi kompetisi, dan regulasi yang berlaku di sana. Di awal usaha, jangan berkomitmen terlalu besar dalam pendanaan, walau dana Anda cukup. Pengucuran dana seharusnya dilakukan dengan bertahap. Setelah usaha kelihatan berjalan, barulah dana tahap-tahap berikutnya dikucurkan. Carilah juga cara-cara kreatif untuk meminimalkan resiko pendaaan. Bila Anda mengkontrak tempat usaha, sebisa mungkin jangan ambil kontrak terlalu panjang. Bila Anda terpaksa mengambil kontrak yang panjang, pertimbangkan alternatif jalan keluar seperti oper kontrak atau beralih ke usaha lain bila situasi memaksa. Beli perabot-perabot atau barang-barang bekas yang masih bagus kondisinya, kecuali bila barang-barang tersebut memiliki fungsi strategis.

Hal kedua yang harus dipelajari adalah strategi usaha, terutama dalam hal penentuan basis differentiation dan upaya-upaya pemasaran untuk mengkomunikasikan differentiation perusahaan Anda. Usaha yang tidak bisa dibedakan dengan usaha lainnya akan dipaksa bermain di tingkat harga. Sedangkan bila Anda memiliki usaha yang kecil, Anda sering kesulitan mendapatkan keringanan harga beli dari supplier. Pertempuran harga juga sulit Anda menangkan karena Anda harus bertempur dengan para pemain besar, seperti yang terbukti dengan banyaknya para peritel yang digulung oleh kehadiran hypermarket. Wabah wartel dan warnet yang pernah melanda negeri ini juga mulai surut dengan banyaknya pemain yang menyerah karena mentalitas ikut-ikutan membuat jumlah supply melebihi demand sehingga baik volume maupun harga jual menurun.

Penentuan basis differentiation tentu tidak mudah. Anda harus mengerjakan pekerjaan rumah terlebih dahulu. Pertama, Anda harus mengenali kekuatan-kekuatan Anda (dan bisnis Anda). Setelah itu, Anda harus mengamati para kompetitor Anda. Carilah apa yang bisa Anda lakukan dengan lebih baik dari para kompetitor Anda. Tetapi itu saja tidak cukup. Apa yang Anda lakukan dengan lebih baik tersebut haruslah sulit untuk ditiru dalam waktu dekat. Differentiation yang mudah untuk ditiru bukanlah differentiation. Itu saja? Sayangnya tidak. Differentiation secanggih apapun tidak akan berguna bila differentiation tersebut tidak dihargai oleh target konsumen Anda.

Bila manajemen resiko membantu agar usaha Anda bisa hidup dalam waktu singkat, strategi differentiation yang baik membantu memperpanjang hidup usaha Anda untuk jangka menengah, maka inovasi akan memperpanjang usia hidup usaha Anda untuk jangka panjang.

Strategi differentiation sebagus apapun tidak ada yang kekal. Hanya masalah waktu sebelum para kompetitor masuk dan meniru rahasia sukses Anda. Karenanya, inovasi harus dilakukan terus menerus bila usaha Anda ingin terus hidup.

Tolong jangan bayangkan dulu inovasi dengan teknologi tinggi. Kebanyakan inovasi yang dilakukan di negara-negara maju adalah inovasi-inovasi non-teknologi yang dilakukan oleh para UKM.

Inovasi tersebut bisa berupa cara-cara yang lebih unik dalam pelayanan konsumen, pendistribusian barang, program-program pemasaran, proses produksi, atau hal-hal lainnya. Para pebisnis UKM sebenarnya juga lebih mengenali kondisi mikro di pasar mereka sehingga lebih mampu berinovasi sesuai kebutuhan konsumen yang sulit dilakukan oleh perusahaan besar. Satu lagi keunggulan UKM dalam inovasi adalah kegesitannya dalam mengimplementasikan ide-ide inovatif dibanding perusahaan-perusahaan besar yang lebih birokratis. Manfaatkanlah kelebihan tersebut.

Tiga hal, yaitu manajemen keuangan, strategi, dan inovasi, seharusnya menjadi tritunggal yang dikuasai para pebisnis UKM. Apakah kemampuan mengelola ketiga hal tersebut sudah bisa menjamin keberhasilan jangka panjang sebuah usaha wiraswasta?

Sayang sekali, dalam hidup ini tiada yang pasti kecuali kematian. Selain itu, faktor etika bisnis dan tanggung jawab sosial semakin penting dan harus diperhatikan juga. Namun usaha baru yang dimulai tanpa pengetahuan atas ketiga hal tersebut sudah hampir pasti akan mati muda. Saya katakan “hampir pasti” karena kita masih bisa menemukan usaha yang bertahan puluhan tahun karena pendirinya kebetulan berhasil menguasai scarce resouces (sumber-sumber langka) seperti lokasi yang strategis atau akses ke orang-orang penting. Bisa juga pendiri usaha secara kebetulan membuat keputusan-keputusan yang tepat. Dan jangan lupakan juga: Jamahan sang Dewi Fortuna. (sumber:www.itpin.com)

9 Komentar »

  1. saya punya usaha di bidang argo bisnistp sy minta di bantu tentang menajemen ke uangan usaha saya<tmks

    Komentar oleh adiantama rifqi — 21 September 2009 @ 5:22 AM | Balas

    • secara umum saya membuat sedikitnya 3 buku, jangan buat buku tunggal nanti mrmbingungkan. 3 buku terdiri dari 1. buku harian, 2.buku laba rugi bulanan, 3, buku keuangan cadangan (pengeluaran tak terduga dan beli peralatan tambahan), mekanismenya; keuntungan harian dari buku harian di masukkan ke buku 2(tiap jam tutup kantor ), dari keuntungan bulanan di buku 2, disihkan mungkin 20% nya ke buku 3…., sekian dulu…

      Komentar oleh ......Mr Bas — 27 Oktober 2010 @ 4:57 AM | Balas

    • untuk usaha kecil pembukuan adlah hal penting yang seringkali dilupakan. saya biasa menggunakan minimal 3 buku untuk pencatatan; 1 buku transaksi harian yang di rekap laba ruginya tiap bulan dan dimasukan ke buku 2.dari laba rugi buku 2, diambil 20% atau terserah anda untuk di masukkan buku3 (buku cadangan dan tak terduga).atau kalau anda malas menghitung dan memisah misah bisa diakali dengan cara meminjam uang di bank untuk dibelikan sesuatu yang tahan inflasi ( emas atau property), kan kita akan dipaksa tertib oleh bank…hehe bagaimana?

      Komentar oleh ......Mr Bas — 3 April 2012 @ 3:10 AM | Balas

  2. trimakasih atas petunjuknya,
    saya sedang membuka usaha kecil, britahu saya kiat-kiat untuk pengembanganya…

    Komentar oleh ilham — 4 Oktober 2010 @ 5:21 AM | Balas

    • lakukan saja mas, terlalu banyak mikir ntar malah gak jalan jalan,,,yang penting, jangan berhenti belajar, karena saat menjalankan usaha, anda sedang belajar, jangan mudah putus asa, setiap kendala ada solusinya, siaplah bergeser,,,, entah main produknya sedikit digeser, atau tempat usahanya di geser, atau bahkan cara penjualanya dirubah,,itu jika belum mendapatkan hasil setelah 6 bulan, jangan tergesa gesa tapi juga jgan terlambat…anda sendiri yang bisa ngukur.

      Komentar oleh ......Mr Bas — 27 Oktober 2010 @ 4:53 AM | Balas

  3. bagaimana cara untuk mengatasi persaingan usaha

    Komentar oleh Afif Furrahman — 28 Agustus 2011 @ 5:44 PM | Balas

    • deponya dimana bos,,aq punya 4 depo berdiri sejak 2004…hehehe….

      Komentar oleh ......Mr Bas — 13 Januari 2012 @ 12:04 PM | Balas

    • persaingan usaha paling mungkin diatasi dengan: 1. menjaga mutu 2. memperbaiki kualitas pelayanan..3.review pelanggan dengan cermat..apa kekurangan dr pelayanan kita.

      Komentar oleh ......Mr Bas — 13 Januari 2012 @ 12:16 PM | Balas

  4. saya mempunyai usaha kecil2an dbdng jasa bengkel las pagar tralis,bagai mana cara mengolah menejemen nya?trmksh

    Komentar oleh dadan — 29 September 2011 @ 5:58 PM | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: